You Know Me, Therefore I Am
RSS icon Home icon
  • Pengembangan diri, S2 atau Sertifikasi?

    Posted on April 3rd, 2009 aryommsi No comments

    Banyak bagi para mahasiswa lulusan S1 selalu bertanya-tanya “Kuliah S2, perlu ngga sih?”. Secara pribadi saya sendiri juga masih sedikit bertanya-tanya, meskipun saat ini saya sedang menjalaninya. Mungkin karena itu saya menuliskan blog ini sebagai reminder untuk diri saya sendiri atas langkah yang telah dan akan saya ambil, dan semoga bisa menjadi input bagi yang akan atau telah melangkah.

    Untuk melanjutkan ke Program S2, Pasca Sarjana atau yang sekarang lebih dikenal dengan MM (Magister Manajemen), memang membutuhkan effort yang lebih. Mulai dari biaya (perkuliahan+buku), waktu dan energi yang mesti dikeluarkan untuk menjalaninya.

    Dari yang saya ketahui untuk program S2 bisa dikategorikan menjadi 2 berdasar pada orientasi pendalaman ilmunya, yaitu:

    • Akademis

    Diadakan oleh: Universitas/perguruan tinggi negeri
    Nama studi: Pasca Sarjana Program Studi S2 …….
    Di lapangan: Dosen atau Praktisi

    • Praktisi

    Diadakan oleh: Universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta
    Nama studi: Magister …….
    Di lapangan: Praktisi

    Saya sendiri memutuskan mengambil S2 setelah bekerja di berbagai perusahaan yang berbeda selama kurang lebih 4 tahun. Kesan yang saya dapatkan memang plus-minus, mulai dari capek, terkadang laper (maklum anak kost :p), senang dengan bertambahnya teman, dan tentunya terasa sekali schedule yang begitu sangat padat. Tetapi saya berusaha memandang semuanya itu dari sisi yang positif, no pain no gain (ceilaa.. bijak banget).

    Beberapa pertimbangan sebelum mengambil S2:

    • Konsentrasi/jurusan yang akan diambil

    Saya memilih MMSI (Magister Manajemen Sistem Informasi), karena dulu S1 saya Sistem Informasi dan sesuai dengan scope pekerjaan saya sekarang.

    • Kualitas kampus dan akreditasnya

    Saya memilih Binus karena dekat dengan kantor+kost, dan setelah saya cek di BAN-PT, untuk jurusan MMSI binus memiliki peringkat B dengan nilai 4.1.

    • Biaya

    Menurut saya ini relatif, berdasar pada kemampuan masing-masing individu.

    • Niat

    Untuk yang satu ini begitu sangat penting. Karena meskipun semua diatas telah terpenuhi tanpa ini semua tidak akan bisa terealisasi.

    Selain kuliah S2 untuk menambah value kita juga dapat mengambil Sertifikasi Professional. Sedangkan sertifikasi profesional pada dasarnya memiliki 3 model, yaitu:

    • Dikembangkan oleh Profesional Society, sebagai contoh British Computer Society (BCS), Australian Computer Soicety (ACS), South East Asian Regional Computer Confederation (SEARCC) etc
    • Dikeluarkan oleh Komunitas suatu profesi, sebagai contoh Linux Profesional, SAGE (System Administration Guild), CISA (IS Auditing) [http://www.isaca.org/]
    • Dikeluarkan oleh vendor sebagai contoh MCSE (by Microsoft), CCNA (Cisco), CNE (Netware), RHCE (Red Hat) etc. Biasanya skill yang dibutuhkan untuk memperoleh sertifikat ini sangat spesifik dan sangat berorientasi pada suatu produk dari vendor tersebut.

    Sertifikasi yang berbasiskan vendor sangat bergantung pada produk vendor tersebut. Juga dikenal sebagai salah satu strategi pemasaran pada suatu perusahaan (vendor). Dengan mempromosikan sertikasi tersebut, maka perusahaan tersebut dapat menjamin kepada customer mereka bahwa tersedia cukup dukungan teknis (orang yang memiliki sertifikasi produk tersebut). Pada kenyataannya pada pasar tenaga kerja, sertifikasi vendor ini sangat populer. Karena banyak orang beranggapan bahwa dengan memiliki sertifikasi vendor ini maka masa depan lapangan pekerjaan akan terjamin.

    Jenis sertifikasi:

    • Sertifikasi untuk Bahasa Pemrograman
    • Sertifikasi untuk Database
    • Sertifikasi untuk Office
    • Sertifikasi di Bidang Jaringan
    • Sertifikasi di Bidang Computer Graphics dan Multimedia

    Apapun langkah yang kita ambil yang perlu kita tanamkan di pikiran kita adalah semuanya itu merupakan proses pengembangan diri, tentunya untuk menjadi individu yang lebih baik dari sebelumnya dari sisi ilmu pengetahuan.

     

    4 responses to “Pengembangan diri, S2 atau Sertifikasi?”

    1. vrey

      ya pasti nya S2 dunk, kan lagi ambil, masa ga pilih S2 wkwkwkwkwk, momod sendiri juga lagi ambil S2 kan? awas kalo ga pilih S2 wkwkwkwk, tapi kalo ada kesempatan ambil sertifikasi, why not? 😀 it’s a plus

    2. wah s2… S1 aja sudah tertatih2…hiks…
      S1 aja Maksimal :))

      Semangat jeh.

    3. For me,

      Professional certification seperti ‘minor course’ setelah kita menyelesaikan ‘major course’ pada formal education.

      Menurut saya, professional certification dibutuhkan jika pekerjaan kita merupakan khusus dalam satu bidang spesifik.

      Formal Education (seperti S2), mempunyai manfaat karena merupakan ‘major course’ atau lebih umum. Sehingga kita dapat masuk di berbagai bidang.

      Tidak ada yang salah antara professional certification & formal education.
      Just You must choose it at the right time.

      Fortunately sewaktu saya dari kampus (S1) mengikuti minor di Cisco, dan juga saya bekerja di vendor yang specifik utk cisco.
      It’s the right time, so I persue my Professional certification until it finish.
      Saya suka mengelarkan sesuatu yang telah saya ambil sampai selesai. Alhasil saya mendapatkan expert certificate di bidang ini.

      Tetapi apakah prof cert aja cukup. I said no, cause we must always improve ourselves to give more value to compete in this competition world. So everthing that can improve our value, just do it but remember we must do it at the right time. 🙂

      Just my thought.

      Yohanes Budiman Wijaya, S.Kom, CCIE#21491

    4. S2.. penting itu bro.. apalagi bwat saya yang anak psikologi.. rumor2nya sih cewek psikologi klo cuma sampe s1 aja bakal berakhir begitu saja di dapur.. hehee… saiyah mau jadi sapikolog.. eh psikolog…so kudu sekola lagi 2 taun.. minta’ doa ya bang.. ni bukan depan mau tes.. hehehe… 😉

    Leave a reply